Sumber : fokusatu.com
Nadiem
Makarim secara gamblang mengakui kegagalan PJJ di Indonesia dan terus mendorong
pembelajaran tatap muka. Nadiem mengakui terjadinya learning loss diakhir tahun
2020 dan berharap januari 2021 PTM bisa kembali agar kondisi learning loss
tidak terulang, di katakan Muhammad Ramli Rahim selaku Ketua Umum
Pengurus Pusat Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) dalam keterangan
virtual nya,Ahad, 4 Juli 2021.
Namun
melihat kondisi tersebut, Nadiem tampaknya tak bisa berharap banyak, Januari
PTM jelas tak bisa dilaksanakan secara maksimal, bahkan sejumlah uji coba PTM
dihentikan.
Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan pemberlakuan
pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Pelaksanaan PPKM tersebut akan
dilakukan di Jawa dan Bali yang akan berlangsung dua pekan. Adapun
pemberlakuan PPKM Darurat ini merupakan respons seiring melonjaknya kasus
Covid-19 di Indonesia.
Tantangan akan semakin
parah karena serangan kedua Covid-19 ini mulai rentan bagi anak. Menurut Kepala
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI
Jakarta, Dwi Oktavia “Sebanyak 15 persen dari 9.399 kasus positif hari ini
adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Artinya, kemungkinan PTM kembali akan
menemui kendala serius. Karena itu, sangat potensial Nadiem Makarim kembali
menyatakan kegagalan belajar atau Learning Loss terjadi untuk kedua kalinya
tanpa ada tindakan nyata mencegahnya.
Efek
Lanjut Learning Loss
Menurut Michelle Kaffenberger, dampak learning
loss tidak akan berhenti sekalipun sekolah dibuka dan diadakan
pembelajaran tatap muka. Apalagi jika tidak ada kebijakan terkait pemulihan
kemampuan belajar terlebih dahulu.
Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, dampak learning
loss secara global pada peserta didik sangat besar terjadi pada siswa yang
sedang duduk di bangku Sekolah Dasar. Dijelaskan bahwa siswa kelas 3 SD yang
melewatkan waktu belajar 6 bulan berpotensi kemampuannya tertinggal 1,5 tahun.
Selain itu, siswa kelas 1
SD yang tidak belajar dalam waktu 6 bulan akan mengalami ketertinggalan hingga
2,2 tahun. Learning loss, menurutnya,akan berdampak panjang sehingga
menyebabkan masalah ekonomi dan sosial di masa depan.
“Siswa yang kehilangan
kesempatan belajar selama 1,5 tahun akan kehilangan pendapatan sebesar 15% saat
dewasa. Sedangkan siswa yang kehilangan kesempatan belajar selama 2 tahun akan
kehilangan pendapatan sebesar 20% saat dewasa,” tutup dia.
Solusi
mencegah Learning Loss
Salah satu masalah serius
di Indonesia diawal pandemi covid 19 adalah adanya lebih dari 60% guru yang
tidak mampu menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh yang berakibat
pada buruknya kualitas PJJ.
Data yang kami miliki,
hanya 5,7% guru yang memiliki kemampuan dan kreatifitas yang baik untuk
menyajikan pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan dan tetap berkualitas
sementara 33% diantaranya bisa menggunakan teknologi dalam PJJ dengan kualitas
seadanya. Angka persentase ini butuh pemetaan ulang.
Karena itu, seharusnya yang
dilakukan kemdikbud adalah menghentikan sementara seluruh proses belajar
mengajar dan mengirimkan seluruh guru di Indonesia selama 2-3 bulan jika memang
tak bisa satu semester masuk “bengkel”. Guru yang 5,7% itu ditugaskan untuk melatih
guru yang 33% untuk selanjutnya kedua kelompok guru ini melatih guru yang 60%
tersebut. Pemetaan awal harus dilakukan dan setiap guru dipastikan bisa
memberikan pembelajaran menarik dan berkualitas secara digital dengan miniml 18
metode berbeda untuk 18 pertemuan.
Pembelajaran harus dihentikan sementara agar yang
dilatih dan yang melatih bisa berkonsentrasi penuh menemukan metode mengajar
yang paling efektif secara digital tanpa beban berhadapan dengan anak didik.
Dengan memasukkan guru ke “bengkel”, insya Allah Indonesia akan
menemukan caranya sendiri untuk menghadirkan PJJ yang berkualitas dan
menyenangkan tanpa harus selalu mencari contoh dari negara lain. Pendidikan
Indonesia harus bisa menjadi leader, bukan followers.
Dari
sini juga akan ditemukan, materi dan kurikulum yang betul-betul cocok dengan
PJJ Indonesia.
Farid JSDI Bantaeng
Komentar
Posting Komentar